Jumat, 24 April 2015

PERJALANAN TIGA TAHUN FORMASI

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Q.S. Ali Imran: 110)

Untuk melihat perjalanan kami selama tiga tahun ini (2013-2015), klik: fb.com/ds5bks 🚌🚙🚗
Jangan lupa di like ya fan pagenya. 😎

Kami membuka open recruitment bagi yang ingin mendaftar menjadi donatur tetap FORMASI. Jumlah dan waktunya bebas. Misalnya 100ribu rupiah per dua bulan, maka nantinya setiap dua bulan, tim bendahara FORMASI akan mengingatkan untuk membayar infaq donatur tetap sebesar 100ribu rupiah. 💰📈🏯

Dana ini akan dialokasikan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan mentoring gabungan, rihlah sebagai wadah penguatan bagi adik-adik, dan lainnya. Bagi yang berminat atau ingin bertanya, dapat menghubungi kanal-kanal formasi di bawah. 📱

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah: 261)

🌱 Whatsapp: 085781240421
🌱 LINE Official Account: http://line.me/ti/p/%40dab1965l (add via smartphone)
🌱 Facebook: fb.com/ds5bks
🌱 Twitter: @formasi5bks
🌱 Instagram: @formasi5bks
🌱 Ask.fm: @formasi5bks
🌱 Tumblr: formasi.tumblr.com
🌱 Website: formasi5bks.blogspot.com
🌱 Email: formasi5bks@gmail.com

FORMASI: Semangat Bersahabat!

Senin, 30 Maret 2015

FORMASI: LINE OFFICIAL ACCOUNT

FORMASI (Forum Alumni SMAN 5 Bekasi) sudah punya Official Account loh di LINE! Di add ya!

Klik: http://line.me/ti/p/%40dab1965l

FORMASI: Semangat Bersahabat!

Selasa, 30 Desember 2014

SEKOLAH DASAR MENTOR ZONA 4


Kembali hadir, Sekolah Dasar Mentor 2015!

Setelah sukses pada acara sebelumnya di tahun 2014, kami kembali mengadakan pada tahun 2015 ini Sekolah Dasar Mentor untuk mengupgrade kapasitas kamu! Kamu masih gugup untuk menjadi mentor, masih gak tau mau ngomong apa pas ngisi mentoring, atau takut tidak bisa menguasai forum saat menjadi mentor, atau 1001 alasan lainnya?

Disini, semua alasan kamu akan dipatahkan satu-satu dan dijamin insyaaAllah kamu akan merasa lebih pede buat jadi mentor!

Adik: Kak, saya nanti aja deh jadi mentor, pas ilmunya udah banyakan dikit. Hehe.
Kaka: Bukannya sampaikanlah walaupun satu ayat ya? Umar bin Khattab saja saat baru masuk islam dan hanya tau dua kalimat syahadat, ia sudah bisa mengislamkan orang lain. Udeh, gak usah entar-entar, langsung daftar!!

Adik: Kak, saya gak tau nanti kalo jadi mentor mau ngasih materi apa. Saya aja ilmunya masih cetek.
Kaka: Selow, nanti di kasih merchandise sama panitia berupa kumpulan materi-materi kalo kamu lulus. Disitu kamu bisa belajar materi-materinya biar tampil ketje saat menyampaikan materi. Apalagi ada materi tentang teknik presentasi, manajemen kelompok mentoring, dan lain-lain.

Adik: Loh, kalo lulus? Berarti ada yang gak lulus dong kak?
Kaka: Disini kita ada penilaiannya. Masa semua peserta sama antara yang aktif saat acara maupun yang kalem-kalem aja? Jadi, nanti di sertifikat bakal ketahuan siapa yang antusias, biasa-biasa aja, atau bahkan cuma sekedar ikut-ikut doang. Bangga dong kalo dapet nilai A disertifikatnya. Udeh, buru daftar!

Adik: Aku mikir-mikir dulu deh kak...
Kaka: Seat kita cuma 30 orang lho. Kalo sudah mencapai target, pendaftaran akan langsung ditutup tanpa pemberitahuan. Abis itu tunggu taon depan deh. Langsung ambil hp dan daftar aja deh sekarang. Nanti mikirnya sekalian pas dengerin pemateri-pemateri yang dahsyat di acara ini. Biar sekalian bermutu yang dipikirin. Hehe,

Adik: Acaranya kapan sih kak?
Kaka: Nih baca aja ya dibawah. Entar kalo ada yang masih mau ditanyain, hubungi CPnya aja dibawah. Inget, jangan sampe gak ikut! :)

Acara ini InsyaaAllah dilaksanakan pada:
Sekolah Dasar Mentor
Sesi 1: Ahad, 18 Januari 2015 Jam 09.00-16.00 WIB
Sesi 2: Ahad, 25 Januari 2015 Jam 09.00-16.00 WIB
Sekolah Dasar Mentor Lanjutan
Sesi 1: Ahad, 8 Februari 2015 Jam 09.00-16.00 WIB
Sesi 2: Ahad, 15 Februari 2015 Jam 09.00-16.00 WIB

Syarat Peserta:
LIQO sehat minimal 1 Tahun

Format Pendaftaran:
SDM2015#NamaLengkap#AsalSekolah#Umur#NamaMurabbi#KontakMurabbi

Contoh:
SDM2015#Fulan#SMAN5Bekasi#15Tahun#Fulin#08571234567

Kirim ke:
085215947754

Deadline Pendaftaran:
15 Januari 2015, Jam 21.00 WIB

Bagi yang sudah mendaftar, akan diverifikasi. Tempat acara akan diinfokan jika sudah lulus verifikasi paling lambat tanggal 16 Januari 2015.

Infaq: 25.000

Free: Merchandise, Ilmu Bermanfaat, Kapasitas yang Lebih Dahsyat, Makan Siang.

CP: 085781240421

SDM 2015: Intaqolat aw Istabdaliha!
FORMASI: Semangat Bersahabat!
Yayasan ICM: Sholeh, Pintar, Berdayaguna!

Nahnu du'at qobla kulli syai'!
Kita adalah da’i sebelum menjadi apapun!




Beberapa testimoni peserta dari acara ini yang sebelumnya:

Meningkatkan iman, narasumbernya mantep-mantep, menambah wawasan, asik banget, jadi lebih bisa mengatur waktu. (Ahmad Fauzan Kamaluddin, 2014)

Alhamdulillah, narasumbernya lumayan. Dapet ilmu baru, pengalaman baru. Makanannya juga lumayan. Tempatnya adem. (Indra Harianto, 2014)

Memperluas wawasan tentang Dakwah Islam, mengisi waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat, mempererat tali silaturahim, narasumbernya super, banyak ilmu yang bisa diserap, bermanfaat buat kedepannya insyaaAllah. (Yusuf Ridho Firdaus, 2014)

Acaranya seru, menarik, menambah wawasan lagi mengenai tarbiyah, urgensi dakwah lagi. Walaupun kekurangan panitia tapi acaranya bagus. (Yuni Rahayu, 2014)

Materinya bermanfaat banget sampai bisa di share ke temen-temen pas sekolah mentoring di kampus. Buat agenda selanjutnya semoga bisa lebih banyak orang atau pesertanya. (Athifah, 2014)

Menurut saya acara ini sangat bagus dan berjalan dengan lancar. Pengurusnya juga disiplin dan tepat waktu. Jujur, saya baru sadar untuk apa dakwah itu. Selama ini saya Liqo, tapi hanya menerima ilmunya saja. Semoga setelah ini saya bisa berbuat banyak untuk generasi penerus selanjutnya untuk Allah. Teruskan ide kreatif untuk remaja dan umat sekarang. Lebih perbanyak lagi merekrut orang lain yang ingin menjadi murabbi. Semoga untuk selanjutnya lebih sukses lagi acaranya. (‘Aisyah, 2014)

Acaranya bagus, bermanfaat banget. Tetapi kurang rame, pesertanya kurang banyak, panitianya juga kurang banyak. Kurang ada kegiatan aktif seperti game tentang materi untuk nanti saat prakteknya. (Faridah Syahida, 2014)

Minggu, 27 Juli 2014

Komunitas Lingkaran Surga

1 Syawal 1435 H

Sempat terpikirkan oleh penulis, kenapa orang-orang yang frame berpikirnya sama selalu bisa "klop" walaupun segi geografisnya berbeda? Bahkan, bisa sampai tingkat nasional maupun internasional. Siapa yang mengenalkan mereka satu sama lain? Misalnya, orang yang suka bermain game dotA baik secara LAN(Local Area Network) maupun online sewaktu sekolah menengah atas, nantinya akan langsung "klop" dengan orang yang suka bermain dotA juga di kuliahnya (jika ia melanjutkan kuliah) atau di tempat kerjanya atau lingkungan manapun setelah ia menyelesaikan studi sekolah menengah atasnya. Mereka bisa bercengkrama seperti orang yang sudah berteman sejak kecil hanya dengan melihat kepiawaiannya dalam memainkan game tersebut walaupun tidak pernah bertemu tatap muka sebelumnya dan mereka terpisah antar benua.

Tidak hanya terjadi pada orang-orang yang suka bermain dotA. Pun juga terjadi pada semua orang yang memiliki frame berpikir sejenis. Misalnya, seorang aktifis dakwah, seorang study oriented, seorang fans klub sepak bola, dan lain-lain. Ya, walaupun semuanya dipersatukan oleh almamater atau perusahaan tempat bekerja masing-masing atau lingkungan tempat ia berada. Tetapi, dengan sendirinya akan terbentuk kelompok-kelompok kecil yang didasari oleh kesamaan frame berpikir tersebut. Seorang aktifis dakwah akan lebih banyak bercengkrama atau lebih dekat secara psikologis dengan seorang aktifis dakwah juga di lingkungannya, seorang studi oriented akan lebih banyak bercengkrama atau lebih dekat secara psikologis dengan seorang studi oriented juga di lingkungannya, seorang fans klub sepak bola tertentu akan lebih banyak bercengkrama atau lebih dekat secara psikologis dengan seorang fans klub sepak bola tertentu juga di lingkungannya, dst. Walaupun mereka tetap berteman dengan semua kalangan.

Sebelum melanjutkan artikel ini, penulis sebagai Ketua Umum FORMASI (Forum Alumni Muslim SMAN 5 Bekasi) atas nama seluruh pengurus mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita di satu bulan ramadhan kemarin diterima oleh Allah SWT dan juga kita berhasil memburu malam seribu bulan, aamiin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H.

Ternyata, memang seperti itulah manusia. Memiliki kecenderungan terhadap orang yang satu frame dengan dia. Ini dikatakan dalam hadits Nabi SAW:
“Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.” (H.R. Al Bukhari [3336] secara mu’allaq dari ’Aisyah, dan Muslim [2638], dari Abu Hurairah)
Ruh itu seperti tentara. Ada sandi di antara mereka. Jika sandi telah dikenali, tak perlu banyak lagi yang diketahui. Cukup itu saja. Mereka akan bersepakat. Mereka adalah sekawan dan sepihak. Mereka akan bergerak untuk satu tujuan yang diyakini. Jadi apakah yang menjadi sandi di antara para ruh? Iman. Tentu saja. Kadar-kadarnya akan menerbitkan gelombang dalam frekuensi yang sama. Jika tak serupa, jika sandinya tak diterima, ia telah berbeda dan sejak awal tak hendak menyatu. (Fillah, 2012)

Lalu, apakah orang yang memiliki frame buruk, tidak akan bisa berteman dekat dengan orang yang memiliki frame baik? Jawabannya, tentu TIDAK! Pun jika berteman, hanya sekadar "say hello" saja. Tidak sampai ada keterikatan ruh yang mendalam seperti contoh kasus diatas. Berarti, bagaimana dengan orang yang sudah memiliki frame buruk lalu ia mendapat hidayah dari Allah bahwa frame tersebut tidak baik baginya. Nah, ini bisa dijawab dengan cerita seorang pembunuh yang telah membunuh sembilan puluh sembilan kali. Disaat ia ingin bertaubat, ia menemui seorang ustadz dengan harapan ustadz tersebut dapat memberikannya solusi. Tetapi, ustadz tersebut malah mengatakan bahwa taubat ia tidak akan diterima oleh Allah karena ia telah membunuh sembilan puluh sembilan kali. Maka ia bunuh juga ustadz tersebut karena emosi yang meluap yang juga menggenapkan pembunuhannya menjadi seratus kali. Setelah membunuh ustadz tersebut, ia sadar dan kembali menyesal. Lalu ia bertemu dengan ustadz lainnya dan menceritakan kisahnya. Ustadz yang satu ini mengatakan bahwa Allah Maha Pemaaf bagi hamba-Nya yang bertaubat. Tetapi jika ia ingin serius untuk mendapatkan ampunan Allah, maka ia harus pindah ke kampung seberang. Namun, dipertengahan jalan ia meninggal.

Memang, setiap ruh itu akan menyatu dengan ruh yang dikenalinya. Tetapi, lingkungan juga berpengaruh besar. Pun, lamanya perubahan juga bergantung pada seberapa besar perbedaan antara sifat ruh orang tersebut dengan sifat lingkungan barunya. Saat seorang anak yang sangat aktif bermain, ditempatkan bersama anak-anak yang fokus dalam belajar dan sedikit bermain, anak tersebut tidak akan bisa bermain bebas seperti sebelumnya karena tidak ada teman bermain. Lama-kelamaan, anak tersebut akan terbawa dengan sifat anak-anak lainnya yang menjadikan anak tersebut seorang pembelajar yang sedikit bermain.
Tetapi, kebanyakan orang yang berada di lingkungan barunya, akan cenderung mencari orang-orang yang sepergaulan atau sekomunitas dengannya. Hal tersebut-lah yang menjadikan sifatnya tetap seperti itu. Karena memang hal tersebut-lah yang membuat ia nyaman. Maka dari itu, orang sulit untuk berubah. Karena ia harus melawan dirinya sendiri. Saat ia ingin berhenti merokok, ya harus dimulai dengan mengurangi interaksi dengan perokok seraya mendekatkan diri dengan orang-orang yang tidak merokok. Saat kita ingin menjadi pribadi yang baik, berteman-lah dengan orang-orang yang berkepribadian baik. Saat kita ingin menjadi seorang penghafal qur'an, berteman-lah dengan orang-orang penghafal qur'an. Tentunya, jangan lupa sebelumnya untuk mengazzamkan dengan kuat dalam hati dan minta pertolongan Allah agar bisa didekatkan dengan orang-orang tersebut. In syaa Allah engkau akan menjadi ruh yang baik pula dan bisa berkumpul dengan komunitas lingkaran surga nantinya.

Pun juga saat kita ingin memilih pasangan hidup. Tidak perlu terlalu "kepo" berlebihan terhadap doi. Cukup cari tahu, dengan siapa saja ia berteman. Orang baik kah? Orang jahat kah? Atau para penghafal qur'an? Bagaimana sifat teman-teman dekat doi. Juga dengan mengenali orang tuanya. Karena, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Seperti seorang sahabat nabi yang bernama Qais ibn Sa'd ibn 'Ubadah yang mewarisi sifat kedermawanan ayahnya, Sa'd ibn 'Ubadah. Atau Aisyah R.A yang mewarisi sifat shidiq ayahnya, Abu Bakar R.A.

Jadi, jika engkau ingin bergabung dengan para penghuni surga, bergabunglah didalam lingkaran mereka. Jadikan engkau pantas berada dalam komunitas mereka. Jangan biarkan dirimu dalam frame yang buruk. Lawan dirimu sendiri untuk mendapatkan gelar sebagai anggota komunitas lingkaran surga. Wallahua'lam, semoga artikel ini bermanfaat. :)

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (Q.S. Ali Imran: 8)

Kharis Mukhifullah, F-11100002
Alumni SMAN 5 Bekasi 2010
FT UI 2010

FORMASI (Forum Alumni Muslim SMAN 5 Bekasi)
Semangat Bersahabat!
#Edisi10

Sabtu, 26 Juli 2014

Al-Qur'an dan Kehidupan

29 Ramadhan 1435 H

Banyak cerita yang mengisahkan tentang orang-orang yang mulia karena Al-Qur’an.  Bukan hanya pada yang terjadi pada masa para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melainkan terjadi pula pada saat ini. Kita familiar dengan acara-acara televisi yang menyajikan tentang kompetisi menghafal Al-Qur’an yang baru-baru ini sangat memukau kita dengan tampilnya hafidz-hafidz cilik di tanah air.  Salah satunya adalah bocah berusia 5,5 tahun bernama Musa. Beliau mampu membuat ratusan bahkan ribuan orang menangis ketika menyaksikan hafalan Qur’annya yang mumtaz. Masya Allah.

Dalam artikel ini saya tidak membahas Al-Qur’an dari segi turunnya, namun ada hal yang perlu menjadi perhatian kita agar muncul suatu kesadaran tentang pentingnya Al-Qur’an dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya tentang Musa sang hafidz cilik dan mungkin “Musa-Musa” lainnya. Dalam buku “Kaifa TUhabbibal Qur’anal Kariim ilaa Nufuusi Abna’ik” karangan Dr.Muhammad Fahd Ats-Tsuwaini disebutkan bahwa merupakan tanggung jawab orang tua untuk menyuguhkan  agama dalam kemasan teladan yang baik. Orang tua perlu memastikan bahwa kesadaran beragama telah tumbuh dan berkembang di dalam jiwa putra-putrinya.

Agar Al-Qur’an menjadi petunjuk dalam kehidupan kita tentu saja ‘tidak bisa tidak’ bahwa kita harus berinteraksi dengannya. Kita yang saat ini bergelut dalam aktivitas-aktivitas dakwah dimanapun ranahnya harus memahami ini untuk memulainya dalam lingkup terkecil dalam kehidupan ini yaitu keluarga karena sebab tujuan di atas tadi yaitu tumbuhnya kesadaran beragama. Mengapa ? mari kita lihat contoh fenomena yang ada di masyarakat kita apabila kesadaran beragama itu belum tumbuh dalam jiwa seseorang. Sebuah kisah:

“…dulu anakku rajin ibadah, santun, serta disiplin dalam menjaga sholat dan perilakunya. Tapi tak dinyana dia berubah. Dia menjadi tidak mau mengerjakan sholat, enggan berpuasa, jarang berada di rumah dan tidak mau mengindahkan apa yang kami nasihatkan padanya. Malah, terkadang ia berani bersuara lantang dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.”

“…Pak doctor, sudah banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang saya hafal, kedua orang tuaku sangat gigih mendidik diriku, dan saya pun selalu bergaul dengan kawan-kawan yang baik. Namun, mengapa saya tidak mempu melawan godaan penyimpangan seksual. Kenapa setiap kali aku telah bertaubat, kembali menunaikan sholat, menjaga dan menyibukkan diriku dengan segala aktivitas kebaikan, aku masih mengulangi lagi perbuatan tercela itu? Apa gerangan penyebab dan bagaimana solusinya?...”

“…Putriku seorang gadis yang penyantun, berjilbab dan selalu melaksanakan apa yang kami perintahkan. Belum pernah kami melihatnya melakukan suatu perbuatan tercela atau mendengarnya mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Namun kami terperanjat ketika ia berani bercakap-cakap akrab dengan seorang pemuda melalui telepon ! kenapa bisa seperti itu ? dan apa yang bisa saya lakukan?...”

“…suatu hari saya melihat remaja yang membuat diriku begitu terkesan, sampai-sampai saya menyesali tahun-tahun yang telah lewat, dimana saya tidak rajin pergi ke masjid saat seumur dengan remaja itu. Sungguh saya teramat bahagia ketika menyaksikannya dengan penampilan sopan, menawan, dan bersih. Namun saying, kekaguman seperti hanya berlangsung beberapa menit saja. Penyebabnya adalah ketika sepasang mataku melihat sendiri seorang remaja berusia 11 tahun itu pergi ke masjid. Terpancar tanda-tanda keimanan dalam cara jalannya yang tenang, pakaiannya yang sederhana, dan penampilannya yang selaras dengan ajaran sunnah, di saat berbagai bentuk rayuan dan godaan berhasil meninabobokkan pemuda-pemuda yang lebih dewasa, baik dalam hal yang mubah, makruh, maupun yang haram. Kemudian ia memasuki masjid dan bersiap-siap menunaikan sholat. Ternyata ia berdiri tepat di sampingku. Tentu, semakin lengkap kebahagiaanku. Manakala imam telah takbir, remaja tersebut mulai menggerak-gerakkan kedua kakinya merapatkan jarak agar tidak ada celah tersisa. Ia melakukannya dengan berlebihan,” sungguh ia bergitu bersemangat menegakkan sunnah”batinku dalam hati. Selanjutnya ia mulai membernahi penampilannya. Setiap kali menggerakkan tangannya, ia menyenggol tanganku dan membuyarkan kekhusyukanku. Aku bergumam dalam hati, “ia ingin berada dalam penampilan yang paling baik di hadapan Allah.” Tapi ia selalu melakukan itu di setiap gerakan sholat untuk membetulkan letak baju dan penampilannya. Sampai-sampai aku merasa tidak suka berada di sampingnya. Ia baru tenang ketika kami duduk tasyahud akhir. Di saat itupun dia meletakkan tangannya di mulut, menggigit-gigit dan memotong kukunya di tengah-tengah sholat. Setelah kami selesai sholat dan salam, ia beranjak pergi dengan tenang dan langkah yang teratur, lebih tenang dibanding sholat itu sendiri…”

Dari fenomena di atas telah jelas tentang pentingnya kesadaran beragama yang dimaksud, dan tidak lain Al-Qur’an adalah solusi bagi kehidupan kita. Bahwa gerbang pertama dari pintu-pintu kebaikan dan keutamaan adalah Al-Qur’anul kariim itu sendiri. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat kepada kita dan mengetuk kesadaran kita untuk beragama sesuai dengan tuntunan yang benar dengan terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Wallahu a’lam bish shawab.

Retno Junita Dewi
Alumni SMAN 5 Bekasi 2007
FMIPA UNS 2007

FORMASI (Forum Alumni Muslim SMAN 5 Bekasi)
Semangat Bersahabat!
#Edisi9